Sunday, April 14, 2024
HomeGlobal NewsRI Panas Mendidih, Siap-siap Daerah Ini Kering Parah

RI Panas Mendidih, Siap-siap Daerah Ini Kering Parah

Fenomena iklim El Nino dikonfirmasi telah masuk ke Indonesia, ditandai dengan anomali kenaikan suhu yang sudah tembus 0,81 derajat Celcius. 

Seperti diketahui, fenomena El Nino akan akan memicu kondisi kering atau panas lebih ekstrem di musim kemarau dibandingkan musim kemarau biasanya. Akibatnya, sektor pertanian akan jadi sektor paling rentan dampak El Nino karena kekeringan ekstrem. Begitu juga dengan perkebunan karena potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Memasuki musim panas atau kering saat ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) Siti Nurbaya mengatakan, saat ini sudah ada 7 provinsi yang dinyatakan dalam siaga darurat kebakaran.

Pada saat ini sudah masuk bulan Juni, mulai bulan panas. Sudah ada 7 provinsi menyatakan siaga darurat. Yaitu Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur,” katanya saat Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, dikutip Rabu (14/6/2023).

Juga sudah standby 15 unit pesawat BRIN, BNPB, dan KLHK. Dan pada saat kondisi tertentu, ketika terindikasi terjadi hot spot di kawasan swasta, kami menugaskan swasta mengatasinya,” jelas Siti.

Selain itu, dia menambahkan, telah dilakukan modifikasi cuaca di beberapa lokasi, pada bulan April dan Juni 2023.

“Untuk pola karhutla, di Riau itu biasanya intens di bulan Maret dan April, lalu turun, dan naik lagi di Juni. Kemudian bergerak terus sampai Agustus, kencangnya nanti pertengahan Desember,” kata Siti.

“Dalam catatan KLHK, luas lahan terbakar ada 16.637 ha per Juni 2023. Dibanding tahun lalu di era sama, Januari-Juni tahun lalu ada 35.212 ha,” tambahnya.

Sebelumnya, Peneliti Klimatologi Pusat Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin mengatakan, kenaikan suhu mulai terjadi dan terus meningkat.

“Sudah terkonfirmasi (El Nino masuk Indonesia). Suhunya naik terus. El Nino sudah tembus 0,81 derajat Celcius. Meski baru akan sah dikonfirmasi nanti bulan Agustus,” kata Erma kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (8/6/2023).

Hanya saja, ujar dia, El Nino baru bisa dinyatakan resmi nanti pada bulan Agustus 2023. Yaitu, saat anomali kenaikan suhu terjadi secara konsisten dalam waktu sekitar 3 bulan secara terus menerus.

“Kondisi El Nino ini berpotensi akan terus berlanjut dan tahun ini puncaknya diprediksi terjadi pada bulan November. Prediksi hampir 90% potensinya semakin besar dan terus terbentuk, El Nino diproyeksikan akan terus berlanjut sampai tahun 2025,” jelasnya.

“Masuk tahun 2024, El Nino akan extend (berlanjut) secara intensitas. Fase moderat jika terpelihara terus akan semakin menguat. Saat masuk ke fase kuat atau strong EL Nino, anomali suhu akan di atas 1,5 derajat Celcius atau 2 derajat Celcius,” ujar Erma.

Terkait efek El Nino, imbuh dia, kondisi kekeringan di Sumatra akan berbeda dengan Kalimantan.

Dia pun meminta pemerintah fokus pada potensi karhutla di Kalimantan yang diperkirakan akan lebih parah. Sehingga menuntut perhatian khusus untuk Kalimantan. Karena begitu asap atau api terbentuk akan sulit dihilangkan (dipadamkan)

“Bicara karhutla, ini agak kompleks karena menyangkut lahan gambut yang memelihara asap (api) dalam jangka waktu lama dan sulit dipadamkan,” katanya.

“Dan, untuk konteks wilayah, kekeringan di Sumatra berpotensi tidak akan separah Kalimantan. Karena Sumatra dekat dengan Samudera Hindia yang kita harapkan masih bisa menghasilkan hujan,” pungkas Erma.

Sumber : CNBC

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

- Advertisment -

Most Popular