Friday, May 17, 2024
HomeBeritaMisteri dan Legenda Gunung Marapi di Pusaran Sejarah Minangkabau

Misteri dan Legenda Gunung Marapi di Pusaran Sejarah Minangkabau


Terletak di pulau Sumatra Barat, Gunung Marapi tidak hanya mempesona dengan keindahan alamnya, tetapi juga melibatkan sejumlah cerita misterius yang telah menarik minat banyak kalangan. 

Misteri Gunung Marapi melibatkan kejadian-kejadian tak terduga yang terkait dengan aktivitas vulkaniknya dan legenda lokal yang melingkupinya.

Legenda lokal dan kepercayaan tradisional juga berkontribusi pada misteri Gunung Marapi

Salah satu misteri Gunung Marapi yang menarik perhatian adalah peristiwa-peristiwa alam yang terjadi selama erupsi gunung tersebut.

Berikut adalah informasi mengenai misteri Gunung Marapi yang dilansir dari kanal YouTube Berbagi Tahu oleh Radar Tegal. 

Landasan aktivitas vulkanik di Gunung Marapi Sumatera Barat

Gunung Marapi, juga dikenal sebagai Merapi atau Gunung Berapi, terletak di Sumatera Barat. 

Gunung ini termasuk salah satu gunung berapi paling aktif di wilayah Sumatera. Kawasan gunung ini terletak dalam wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. 

Dengan ketinggian mencapai 2.891 meter di atas permukaan laut, gunung ini terlihat dari kota-kota seperti Bukittinggi, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Tanah Datar.

Mitos dan fakta jejak sejarah letusan Gunung Marapi

Sejarah letusan Gunung Merapi tercatat lebih dari 50 kali sejak akhir abad ke-18. 

Menurut legenda dan cerita turun-temurun, gunung ini merupakan tempat pertama dihuni oleh orang Minangkabau. 

Cerita ini menceritakan bahwa orang Minangkabau pertama kali menetap di gunung ini saat ukurannya hanya sekecil telur dan dikelilingi oleh air. 

Di sekitar wilayah ini terdapat banyak batu penguburan tegak atau menhir yang mengarah ke arah gunung, mencerminkan aspek budaya mereka.

Letusan berdampak besar dan pengaruh terhadap masyarakat

Pada tanggal 8 September 1830, catatan mencatat bahwa gunung ini melepaskan awan berbentuk kembang kol berwarna abu-abu kehitaman yang tebalnya mencapai 1.500 meter di atas kawah, disertai dengan gemuruh. 

Pada tanggal 30 April 1979, laporan pers melaporkan bahwa letusan gunung ini menewaskan 60 orang dan mengubur 19 orang penyelamat di bawah longsoran tanah. Letusan ini juga merusak setidaknya 5 permukiman penduduk.

Dari akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2014, gunung ini menunjukkan peningkatan aktivitas dengan beberapa letusan yang menghasilkan abu dan awan hitam. 

Pada akhir tahun 2011, debu vulkanik bahkan mencapai Kabupaten Padang Pariaman. Pada tanggal 26 Februari 2014, gunung ini meletus melepaskan material pasir, tefra, dan abu vulkanik ke wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam. 

Status gunung ini ditingkatkan menjadi siaga level 2 dan radius 3 km dari pusat kawah harus dikosongkan.

Warisan mitos dan historis dalam budaya Minangkabau

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat Sumatera Barat tentang asal-usul orang Minangkabau. 

Konon, mereka berasal dari wilayah sekitar gunung ini, yang berada di Kabupaten Tanah Datar. 

Gunung Marapi dianggap memiliki nilai historis dan legenda turun-temurun. 

Tambo, sebuah kumpulan hikayat yang menjelaskan banyak sejarah Minangkabau, termasuk asal-usul mereka, menjadi sumber informasi penting dalam memahami sejarah leluhur orang Minangkabau. 

Tambo juga mencakup aturan-aturan adat yang masih relevan hingga sekarang. Berdasarkan tambo, diketahui bahwa leluhur orang Minangkabau berasal dari lereng Gunung Marapi

Seiring berjalannya waktu, menurut tambo, Nagari Tuo Pariangan muncul di Kabupaten Tanah Datar. 

Ini merupakan wilayah pertama yang menjadi tempat tinggal dan dimana terbentuknya sistem pemerintahan berbasis Nagari yang masih berlaku hingga saat ini. 

Legenda ini juga mengaitkan asal-usul Minangkabau dengan Raja Alexander Agung, yang memiliki tiga putra dan membawa mereka berlayar ke berbagai wilayah, termasuk Sumatera Barat.

Dengan kecantikan alamnya yang memesona dan misteri yang menguar di setiap lerengnya, misteri Gunung Marapi menjadi daya tarik abadi di pulau Sumatra.

Sumber: Radar Tegal

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

- Advertisment -

Most Popular