Saturday, June 22, 2024
HomeEconomyJokowi Ingin Indonesia-Malaysia-Thailand Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Jokowi Ingin Indonesia-Malaysia-Thailand Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang tidak pasti.

Saat mengawali pertemuan KTT ke-15 IMT-GT di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/5/2023), Jokowi mengatakan bahwa volume perdagangan IMT-GT cukup baik, yakni mencapai 618 miliar dolar AS (Rp9.089,23 triliun) meski dilanda krisis global.

“Ke depan IMT-GT harus makin mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan karena tantangan tidak mudah, ketidakpastian masih tinggi, rivalitas masih tajam dan efek domino guncangan ekonomi global masih mengancam,” kata Jokowi seperti dilansir Antara.

“Mari kobarkan semangat kolaborasi khususnya dengan peningkatan daya saing konektivitas, pariwisata, dan investasi untuk mencapai visi IMT-GT 2036,” ujar Jokowi menambahkan. IMT-GT merupakan kerangka kerja sama ekonomi yang dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan negara-negara IMT-GT.

Melalui kerja sama IMT-GT, sektor swasta terus didorong menjadi mesin pertumbuhan. Wilayah Indonesia yang menjadi bagian dari kerja sama IMT-GT adalah Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatra Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat

Pada aspek pariwisata, Indonesia menginisiasi peluncuran IMT-GT Visit Year Campaign 2023-2025 untuk mendorong pemulihan pariwisata di tiga negara. IMT-GT 2023-2025 Visit Year 2023-2025 disahkan oleh para pemimpin IMT-GT pada KTT ke-14 IMT-GT di Phnom Penh, Kamboja pada 10 November 2022, tetapi kampanyenya baru diluncurkan pada KTT ke-42 di Labuan Bajo.

Kampanye ini juga merupakan salah satu upaya IMT-GT untuk mencapai salah satu visi dalam Visi IMT-GT 2036 yaitu menciptakan pariwisata lintas batas yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. Kampanye ini merupakan salah satu dari lima strategi utama IMT-GT di bidang pariwisata yaitu memasarkan sub-regional sebagai destinasi wisata tunggal.

Sehubungan dengan kondisi situasi pandemi telah membaik, kampanye juga bertujuan untuk mendorong pemulihan pariwisata di daerah tersebut, serta untuk meningkatkan kesadaran tentang IMT-GT sebagai destinasi tunggal. Bagi Indonesia, sebagai Ketua IMT-GT Bidang Pariwisata, kampanye ini juga bermanfaat untuk mendorong pemulihan pariwisata dan pemasaran destinasi pariwisata, khususnya di 10 provinsi di Sumatra.

Hal ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempromosikan dua destinasi prioritas di Sumatra yaitu Danau Toba di Sumatra Utara dan Tanjung Kelayang di Bangka Belitung. Selain itu, kampanye ini juga merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan destinasi baru dan kurang dieksplorasi di wilayah Sumatra.

Sumber : Solopos

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

- Advertisment -

Most Popular