Thursday, April 18, 2024
HomeBeritaIndonesia Tanpa Anthony di Kejuaraan Dunia

Indonesia Tanpa Anthony di Kejuaraan Dunia


Tim bulu tangkis Indonesia akan berlaga dalam Kejuaraan Dunia 2023 di Denmark, 21-27 Agustus, tanpa tunggal putra terbaik, Anthony Sinisuka Ginting. Dengan mengandalkan 14 wakil lainnya, tim ”Merah Putih” akan mencari gelar juara dunia yang tidak didapat dalam dua edisi terakhir.

Anthony tidak berada di antara skuad Indonesia yang berangkat ke Kopenhagen, Denmark, dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, pada Kamis (17/8/2023) malam dan Jumat dini hari WIB. Dengan demikian, Indonesia bertumpu pada kekuatan 14 wakil, termasuk dua tunggal putra, yaitu Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Kejuaraan Dunia, yang merupakan salah satu ajang mayor BWF, diikuti oleh peserta yang merupakan undangan BWF. Mereka adalah atlet yang memenuhi syarat tertentu berdasarkan daftar peringkat dunia. Setiap negara mendapat jatah maksimal empat wakil per nomor. Tanpa Anthony, Indonesia memiliki dua wakil tunggal putra, dua tunggal putri, empat pasangan ganda putra, tiga ganda putri, dan tiga ganda campuran.

Anthony, yang ditempatkan sebagai unggulan kedua, batal bertanding karena masih berduka atas kepergian ibunya, Lucia Sriati, yang meninggal pada Rabu (9/8/2023) di Cimahi, Jawa Barat, karena sakit. Momen itu terjadi ketika Anthony baru kembali dari turnamen Jepang dan Australia Terbuka, 25 Juli-6 Agustus.

Tunggal putra bulu tangkis Indonesia, Anthony Ginding, tampil melawan Kiran George (India) dalam pertandingan babak kedua turnamen Australia Terbuka 2023 di Quay Centre, Sydney Olympic Park, Sydney, Australia, Kamis (3/8/2023).
HUMAS PBSITunggal putra bulu tangkis Indonesia, Anthony Ginding, tampil melawan Kiran George (India) dalam pertandingan babak kedua turnamen Australia Terbuka 2023 di Quay Centre, Sydney Olympic Park, Sydney, Australia, Kamis (3/8/2023). 

Seperti diceritakan Irwansyah pada awal pekan ini di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, saat bertanding di Australia, Anthony ditelepon keluarganya untuk pulang karena kondisi ibunya yang kritis. Maka dari itu, Irwansyah pun memahami keputusan Anthony untuk tak jadi tampil di Kejuaraan Dunia karena masih berduka.

”Bertanding dalam duka pasti tak mudah, apalagi yang meninggal adalah ibunya,” katanya.

Dengan absennya Anthony, maka Jonatan dan Chico yang akan membawa nama tunggal putra Indonesia untuk melangkah jauh di Kejuaraan Dunia edisi ke-28 nanti. Sejak Tommy Sugiarto menjadi semifinalis pada kejuaraan di Kopenhagen 2014, tak ada tunggal putra Indonesia yang meraih medali pada enam penyelenggaraan berikutnya.

Sebagai unggulan, saya tidak ingin terbebani. Saya ingin menikmati pertandingan saja.

Untuk mengawali penampilan di Kejuaraan Dunia 2023, Chico akan berhadapan dengan pemain Australia, Nathan Tang. Chico berada pada paruh atas undian bersama pemain unggulan, seperti Kunlavut Vitidsarn (3), Li Shi Feng (6), dan unggulan teratas yang juga juara bertahan, Viktor Axelsen.https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/BcxqqGWbM-L-qVAB_Mr5UVfsOic=/1024x2731/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F08%2F14%2Fcf2b0ce8-28fc-447d-807d-bbc8f999f898_jpg.jpg

Adapun Jonatan, yang menjadi unggulan kelima, akan bersaing di paruh bawah, di antaranya dengan Kodai Naraoka (4), Shi Yu Qi (8), dan seharusnya dengan Anthony. Namun, Jonatan harus mengalahkan dulu lawan berat pada babak pertama, yaitu juara All England 2021, Lee Zii Jia. Pertemuan Jonatan dan Lee menjadi ”big match” babak pertama pada persaingan di Kopenhagen.

Siap tempur

Meski tanpa Anthony dan jeda yang tak terlalu panjang dengan kejuaraan sebelumnya, yaitu Australia Terbuka, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaki mengatakan, pemain berada dalam kondisi siap tempur. Pemain ganda campuran, Lisa Ayu Kusumawati, misalnya, bertekad tampil habis-habisan.

Penyelenggaraan Kejuaraan Dunia yang berdekatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-78 menambah semangatnya. Lisa bersama partnernya, Rehan Naufal Kusharjanto, tampil untuk kedua kalinya di Kejuaraan Dunia. Di Kejuaraan Dunia Tokyo 2022, mereka mencapai babak ketiga.

Pemain tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, tak ingin terbebani status sebagai unggulan sepuluh besar untuk pertama kalinya. Pemain dengan ranking kedelapan dunia tersebut ditempatkan sebagai unggulan kedelapan. ”Sebagai unggulan, saya tidak ingin terbebani. Saya ingin menikmati pertandingan saja,” kata Gregoria, juara Spanyol Masters Super 300 pada tahun ini.

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, berlatih menjelang Kejuaraan Dunia 2023 di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (9/8/2023).
ADRYAN YOGA PARAMADWYAPebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, berlatih menjelang Kejuaraan Dunia 2023 di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (9/8/2023). 

Dalam kejuaraan yang poin rankingnya akan dimasukkan untuk menyusun daftar peringkat menuju Olimpiade Paris 2024 ini, Indonesia akan mencari gelar juara dunia yang tak didapat dalam dua penyelenggaraan terakhir, yaitu di Huelva, Spanyol, pada 2021 dan Tokyo, Jepang, pada 2022.

Di Huelva, tim Indonesia hanya diwakili ganda campuran, Dejan Ferdinansyah/Serena Kani, meski meloloskan 16 wakil. Saat itu, pemain-pemain lain, yang berlatih di pelatnas Cipayung, batal berangkat karena khawatir dengan naiknya kasus Covid-19 di Eropa.

Adapun pada persaingan di Tokyo, hasil terbaik tim Indonesia didapat ganda putra senior, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dengan mencapai final. Pada empat nomor lain, Indonesia tak meloloskan wakilnya ke semifinal.

Sumber: Kompas

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

- Advertisment -

Most Popular