Saturday, July 13, 2024
HomeIndonesiaIndonesia Jadi Pasar Potensial Industri Rokok, Kemenkes: Perokok Usia Anak dan Remaja...

Indonesia Jadi Pasar Potensial Industri Rokok, Kemenkes: Perokok Usia Anak dan Remaja Meningkat


Jumlah perokok di Indonesia menunjukkan tren peningkatan dari 2013 hingga 2019. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tren perokok ini didominasi usia anak dan remaja.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 prevalensi perokok pada usia 10 hingga 18 tahun berjumlah 7,2 persen, naik menjadi 9,1 persen pada 2018. Dilansir dari ANTARA, Senin (29/5), Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu dalam konferensi pers Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2023, mengungkapkan, Indonesia dengan jumlah penduduk yang cukup besar merupakan pasar potensial bagi industri rokok.

“Dalam kurun waktu lima tahun perokok usia anak remaja meningkat sekitar dua persen lebih. Kami tunggu hasil survei terbaru di 2023,” kata Maxi.

Bahkan, belanja rokok menempati porsi pengeluaran terbesar kedua di rumah tangga miskin sebesar 11,9 persen. Baik di rumah tangga perkotaan maupun pedesaan.

“Belanja rokok terbesar kedua pengeluaran rumah tangga atau tiga kali lebih tinggi dari beli telur, daging ayam, dan lainnya,” kata Maxi.

Sedangkan, Institute for Health Metrix and Evaluation pada 2019 melaporkan rokok tembakau berisiko meningkatkan risiko kanker trakea, bronkus, dan paru-paru sebesar 59,6 persen. Lalu 59 persen mengakibatkan penyakit paru obstruksi kronik. Sedangkan 28 persen lainnya memicu gangguan jantung, dan 19 persen mengakibatkan diabetes melitus.

Sumber: Jawa Pos

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

- Advertisment -

Most Popular