Saturday, June 22, 2024
HomeBeritaUnja Edukasi Gizi Remaja Putri Di SMA Negeri 15 Muaro Jambi

Unja Edukasi Gizi Remaja Putri Di SMA Negeri 15 Muaro Jambi


Dosen Kesehatan Masyarakat Unja edukasi gizi bagi siswa putri di SMA Negeri 15 Muaro Jambi sebagai bagian kegiatan pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini didanai oleh PNBP Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (Unja) pada Skema PPM Unggulan Program Studi.

Ketua tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diketuai oleh Ummi Kalsum melakukan advokasi dan sosialisasi ke pihak sekolah yaitu SMAN 15 Kabupaten Muaro Jambi dan juga Puskesmas Pondok Meja, Kabupaten Muaro Jambi.

Kegiatan ini diikuti secara antusias karena diselingi dengan permainan  pemecah suasana yang melibatkan mahasiswa serta peserta kegiatan diberikan hadiah, bagi yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 76 orang peserta remaja putri yang hadir dan diukur lingkar lengan atas, tinggi badan, dan berat badan, terutama semua remaja putri pada kelas X dan XI.

Pada edukasi ini diberikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan gizi seimbang agar tercegah dari Kurang Energi Kronis (KEK) atau anemia. Remaja putri juga diberikan materi tentang bagaimana mengukur lingkar lengan atas, serta langsung mempraktekkannya didampingi oleh PKM dan juga mahasiswa IKM.

”Kesehatan remaja putri penting karena mereka adalah calon ibu, status gizi ibu berpengaruh terhadap status gizi dan kualitas generasi selanjutnya, agar tidak stunting, maka calon ibu harus sehat, tidak KEK dan tidak anemia,” kata Umi.

Dia mengatakan pengukuran LiLA secara rutin perlu dilakukan, untuk identifikasi dini apakah remaja KEK atau tidak. Remaja dikatakan KEK jika ukuran LiLA-nya  kurang dari 23,5 cm.

Sebagai evaluasi dilakukan pre-test sebelum kegiatan edukasi dan post-test setelahnya. Hasilnya adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi gizi oleh tim PKM. Tim PKM berharap agar kegiatan ini dapat berkesinambungan dan remaja putri dapat melakukan kegiatan pemantauan status gizinya baik secara mandiri di rumah maupun di sekolah serta diharapkan pihak Puskesmas tetap memberikan edukasi gizi agar remaja putri semakin memiliki pengetahuan, kesadaran, serta kemauan dan kemampuan mendeteksi risiko KEK dirinya sendiri.

Sumber: Antara Jambi

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

- Advertisment -

Most Popular