Saturday, July 13, 2024
HomeBeritaPengantin di Palembang Diduga Kabur, Belum Bayar WO Rp 21,7 Juta

Pengantin di Palembang Diduga Kabur, Belum Bayar WO Rp 21,7 Juta


Wedding Organizer (WO) Sanggar Musi Wedding di Palembang, Sumatra Selatan mengaku merugi Rp 21,7 juta setelah sepasang pengantin yang menggunakan jasa mereka diduga melarikan diri.

Hingga kini pasangan pengantin berinisial D dan C tersebut belum diketahui keberadaannya.

Pemilik WO Sanggar Musi Wedding Heriandi mengatakan, pasangan tersebut sebelumnya melangsungkan pernikahan pada 18 Juni 2023 di Dusun Gasing Laut, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.

Dalam perjanjiannya, pasangan tersebut mengambil paket untuk melangsungkan pernikahan dengan total Rp 29,7 juta.

“Pada tanggal 1 Mei 2023, mereka bayar uang muka atau DP sebesar Rp 2 juta, jadi ada sisa Rp 27,7 juta,” kata Heriandi di Palembang, Kamis (27/8/2023).

Menurut mereka, uang muka yang diberikan D dan C jauh dari total penggunaan jasa.

Heriandi mengaku selalu mengingatkan keduanya untuk membayar DP tambahan sebelum acara berlangsung. Pasangan itu mulanya berjanji akan melunasi pada H-1 sebelum acara.

“Saat ditagih lagi, mereka bilang uangnya tidak ada karena habis dipakai untuk masak-masak. C (pengantin pria) ini janji lagi akan dibayar H+1,” jelas Heriandi.

Saat acara selesai dilaksanakan, C dan D datang ke sanggarnya dengan membawa uang Rp 4 juta.

Mereka berjanji akan melunasi pada H+4 karena uang tersebut sedang digunakan. “Padahal mereka janji membayar Rp 15 juta,” ujarnya.

Merasa curiga, pihak WO kemudian datang ke rumah pengantin pria untuk menagih uang sisa pembayaran yang masih tertunggak tersebut.

Namun mereka terkejut mendapat kabar bahwa C dan D ternyata sudah pergi meninggalkan rumah sejak H+2 setelah acara.

“Keluarganya juga mengaku tidak tahu mereka pergi ke mana. Menurut keluarga uang itu sudah diberikan, namun tidak sampai di kami. Keluarga mereka juga terkejut mendapatkan kabar ini,” ungkapnya.

Pada awal Agustus, keluarga dari mempelai pria sempat menyatakan akan membayar sisa jasa wedding tersebut.

Namun, lagi-lagi Heriandi merasa kecele karena mereka hanya diberikan Rp 1 juta.

“Masih sisa Rp 21,7 juta lagi, sementara dari keluarga laki-laki tidak mempunyai solusi,” jelasnya.

Karena tidak mengetahui keberadaan D dan C, Heriandi pun kemudian meminta izin mencari keberadaan sepasang pengantin baru itu.

Mereka lalu membuat video orang hilang dan mengunggahnya ke Instagram dan TikTok.

“Kalau sampai akhir Agustus ini tidak dibayar masalah ini akan kami laporkan ke Polisi,” tegasnya.

Sumber: Kompas

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

- Advertisment -

Most Popular