Friday, March 1, 2024
HomeAsiaApakah Anda ingin berinvestasi di obligasi? Calon investor perlu mengetahui hal ini

Apakah Anda ingin berinvestasi di obligasi? Calon investor perlu mengetahui hal ini


Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Ashmore Asset Management Indonesia Steven Satya Yudha mengungkapkan, untuk investasi di obligasi tidak sulit. Ada beberapa hal yang perlu perhatikan Investor untuk berinvestasi di instrumen ini, salah satunya timing kenaikan suku bunga.

Seperti diketahui, salah satu faktor yang mempengaruhi harga obligasi adalah suku bunga. Perubahan suku bunga juga akan diikuti dengan perubahan yield.

“Timing pasar obligasi paling mudah tunggu saja sampai The Fed atau BI selesai naikan suku bunga. Jangan tunggu suku bunga di puncak, atau rating Indonesia naik, bisa tidak ada barangnya, karena investor asing akan masuk grosiran bukan ritel,” jelas Steven dalam BNI Emerald Market Outlook dengan tema “Optimizing Financial Opportunities As Epicentrum of Growth” Kamis (9/3/2023).

Ia menuturkan, ketertarikan investor asing akan surat utang atau obligasi yang diterbitkan di Indonesia sangat besar. Pasalnya Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang sangat kuat. Sehingga, bukan tidak mungkin, rating RI bakal kembali dinaikan ke depan.

“Ada potensi besar rating Indonesia akan naik yang kalau disimpulkan berarti Indonesia kredibel dan worthy, sehingga makin banyak orang tertarik dalam obligasi yang diterbitkan. Bahkan tidak akan melewatkan begitu ada kesempatan,” ungkap Steven

Steven pun mengingatkan agar Investor jangan hanya memikirkan bunga tinggi saat membeli obligasi, tetapi juga memperhatikan profil risiko, karena dalam setiap investasi selalu ada risikonya.

“Obligasi juga harus melihat risiko, semakin panjang tenor, maka akan makin tinggi juga risikonya, karena itu tetap disesuaikan dengan profil risiko masing-masing,” kata Steven.

Selain profil risiko, yang juga harus diperhatikan adalah affordability, sehingga bisa juga menyesuaikan alternatif tidak langsung ke obligasi, namun ke reksa dana yang memiliki underlying obligasi. Sehingga memungkinkan risiko yang lebih rendah.

Disisi lain, Komisaris Utama BNI Asset Management Eko Priyo Pratomo juga menuturkan, dalam melakukan investasi investor butuh perencanaan matang, khususnya di tengah ketidakpastian saat ini.

Pasalnya, ia melihat peluang investasi akan tetap selalu ada ditengah gejolak ekonomi, baik itu di instrumen saham, obligasi, reksa dana maupun instrumen investasi lainnya.

“Yang ingin kita sharing adalah bagaimana melakukaninvestment planning. Ini sudah banyak dilakukan investor institusi, seperti perusahaan asuransi, mereka adainvestment planningyang akhirnya berujung pada strategi alokasinya,” kata Eko.

Melihat hal tersebut, kata Eko, langkah awal yang harus dilakukan investor dalam melakukan investasi yakni menentukan tujuan awal investasi apakah untuk jangka pendek, menengah atau jangka panjang.

Hal ini perlu dilakukan untuk menentukan instrumen investasi yang dituju dan seberapa besar alokasi dana investasi di setiap instrumen yang dipilih. Selain itu, investor juga akan mengetahui komposisi tepat dalam setiap portofolio investasi sesuai dengan tujuan awal.

Sumber: cnbcindonesia

RELATED ARTICLES

TRANSLATE

Most Popular